Penerapan Metode Buzz Group Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X Di SMA Negeri Tulakan
Main Article Content
Abstract
Pembelajaran sejarah sering kali dianggap membosankan oleh siswa karena lebih banyak menggunakan metode ceramah yang membuat mereka pasif. Kondisi ini menuntut guru untuk menghadirkan variasi metode yang dapat mendorong keaktifan dan interaksi siswa dalam proses belajar. Salah satu metode yang dapat digunakaan adalah buzz group, yaitu metode diskusi kelompok kecil salam waktu singkat untuk membahas topik tertentu. Observasi ini dilakukan untuk mendeskripsikan penerapan metode buzz group pada pembelajaran sejarah kelas X di SMA Negeri Tulakan, serta melihat partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung. Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan siswa. Hasil observasi ini menunjukkan bahwa metode buzz group mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan ekspresif. Siswa menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan memahami materi dengan lebih baik, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya diskusi. Dengan demikian, metode buzz group dapat menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
How to Cite
References
Arif, M. N., Dkk. (2025). Strategi Menumbuhkan Minat Belajar Siswa Melalu Pendekatan Deep Learning. Jurnal Muassis Pendidikan Dasar, 4(1), 8-16.
Arif, S., Rachmedia, V., Pratama, R. A. (2023). Media Pembelajaran Digital sebagai Sumber Belajar Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(1), 435-446.
Bahning, H. (2019). Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Melalui Metode Buzz Group. Jurnal Of Islamic Education, 2(2), 187-206.
Fitriani, A., Santiani. (2025). Analisis Literatur: Pendekatan Pembelajaran Deep Learning dalam Pendidikan. Jurnal Ilmu Nusantara, 2(3), 50-57.
Gunawan, Y. I. P. (2018). Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Keaktifan Siswa dalam Mewujudkan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Universitas Garut, 2(1), 74-84.
Helmi, A., Baysha, M. H. (2019). Pengaruh Metode Pembelajaran Buzz Group Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 3(1), 1-70
Ira, F. (2025). Transformasi Pembelajaran Sejarah dengan Deep Learning berbasis Digital untuk Gen Z. Jurnal Revorma, 5(1), 23-39.
Jayanti, U. N. A. D., Dkk. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka: Kendala dan Penanganannya dalam Pembelajaran di Sekolah. JURIMIPA, 2(2), 170-180.
Jewarut, S., Durasa, H., Usman. (2025). Peningkatan Keterampilan dan Strategi Pembelajaran Guru Berbasis Deep Learning Menjawab Urgensi Keterampilan Adan 21 (hlm. 114). Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Kadarismanto., Sari, K. P. (2025). Konsep Deep Learning Sebagai Pilar dalam Strategi Pendidikan Berkualitas. Jurnal Keguruan dan Kependidikan, 1(2), 11-19.
Kamza, M., Husaini., Lestari, A. I. (2021). Pengaruh Metode Pembelajaran Diskusi dengan Tipe Buzz Group Terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS. Jurnal Basicedu, 5(5), 4120-4126.
Mulyasa. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka (hlm 123. Rawamangun: PT Bumi Aksara.
Nifu, D., Sakti, H. G. (2020). Hubungan Metode Pembelajaran Diskusi Buzz Group dengan Aktivitas Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Terpadu. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran, 5(2), 144-149.
Ratri, A., Ulya, N. (2022). Upaya Guru SKI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 8(4), 1352-1361.
Raup, A., Dkk. (2022). Deep Learing dan Penerapannya dalam Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(9), 3258-3267.
Rifai, M., Dkk. (2022). Kurikulum Merdeka (Implementasi dan Pengaplikasian) (hlm. 52). Yogyakarta: Selat Media Patners.
Rosiyati, D., Dkk. (2025). Pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal of Mathematics Education, 4(2), 131-143.
Sari, A. W., Arta, D. J. (2025). Implementasi Deep Learning: Suatu Inovasi Pendidikan. Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan, 13(1), 1-6.
Simatupang, H. (2019). Strategi Belajar Mengajar Abad Ke-21. Surabaya: CV. Cipta Media Edukasi.
Shantini, Y. (2024). Pembelajaran Tanpa Batas Konsep, Teori, dan Aplikasi Pembelajaran Informal (hlm. 37). Bandung: Widina Media Utama.
Tiwery, B. (2019). Kekuatan dan Kelemahan Metode Pembelajaran dalam Penerapan Pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skills) (hlm. 28). Malang: Media Nusa Creative.
Utama, P., Dkk. (2025). Penerapan Pembelajaran Deep Learning dalam Pendidikan di Indonesia (hlm. 82). Yogyakarta: PT. Star Digital Publishing.
Wantiana, I., Mellisa. (2023). Kendala Guru dalam Penerapan Kurikulum Merdeka. Jurnal Basicedu, 7(3), 1461-1465.
Warti, E. (2019). Pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skilles) Melalui Penerapan Berbagai Metode Pembelajaran (hlm. 50). Malang: Media Nusa Creative.
Wibowo, N. (2016). Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar di SMK Negeri 1 Saptosari. Jurnal UNY, 1(2), 128-139.
Yusriati. Dkk. (2025). Deep Learning dalam Pendidikan Indonesia Strategi Transformasi Menuju Indonesia Emas (hlm. 72). Medan: UMSU Press.
Zuariah, S. K., Dkk. (2024). Tantangan Guru dan Siswa dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah. Jurnal Homepage, 2(3), 172-179.