Memaknai akuntabilitas Dana Desa: Studi etnografi
Main Article Content
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengungkap makna akuntabilitas pengelolaan dana desa dari perspektif administratif dan substantif. Metode penelitian ini menggunakan etnografi interpretatif dengan informan kepala desa, ketua BPD, sekretaris desa, bendahara desa dan tokoh masyarakat pada suatu desa di Madura. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara kepada para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas dimaknai sebagai akuntabilitas yang komprehensif. Akuntabilitas substantif yang merupakan akuntabilitas yang didasarkan pada kesadaran diri untuk senantiasa bertanggung jawab dalam mengelola dana desa yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Bentuk nyata dari akuntabilitas substantif tersebut diungkapkan dengan akuntabilitas administratif, yaitu akuntabilitas yang melaksanakan seluruh kewajiban akuntabilitas berdasarkan ketentuan regulasi pengelolaan dana desa. Implikasi penelitian ini sebagai tambahan referensi untuk penelitian lanjutan dan rekomendasi masukan bagi pemegang kebijakan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Penelitian ini terbatas pada pemilihan objek penelitian yang dipilih, sehingga yang tidak dapat digeneralisasi pada desa yang lain. Saran penelitian lanjutan dapat melakukan penelitian serupa menggunakan pendekatan etnografi atau studi kasusTujuan penelitian ini untuk mengungkap makna akuntabilitas pengelolaan dana desa dari perspektif administratif dan substantif. Metode penelitian ini menggunakan etnografi interpretatif dengan informan kepala desa, ketua BPD, sekretaris desa, bendahara desa dan tokoh masyarakat pada suatu desa di Madura. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara kepada para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas dimaknai sebagai akuntabilitas yang komprehensif. Akuntabilitas substantif yang merupakan akuntabilitas yang didasarkan pada kesadaran diri untuk senantiasa bertanggung jawab dalam mengelola dana desa yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Bentuk nyata dari akuntabilitas substantif tersebut diungkapkan dengan akuntabilitas administratif, yaitu akuntabilitas yang melaksanakan seluruh kewajiban akuntabilitas berdasarkan ketentuan regulasi pengelolaan dana desa. Implikasi penelitian ini sebagai tambahan referensi untuk penelitian lanjutan dan rekomendasi masukan bagi pemegang kebijakan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Penelitian ini terbatas pada pemilihan objek penelitian yang dipilih, sehingga yang tidak dapat digeneralisasi pada desa yang lain. Saran penelitian lanjutan dapat melakukan penelitian serupa menggunakan pendekatan etnografi atau studi kasus.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
How to Cite
References
Ahyaruddin, M., & Akbar, R. (2017). Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah: Semu atau Nyata? Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia, 12(2), 105–117. https://doi.org/10.20885/jaai.vol21.iss2.art3
Angkasa, N., & Nuzirwan, N. (2022). Peran Kepala Desa dalam Pengelolaan Dana Desa. Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum, 01(02), 101–107. https://doi.org/10.24967/jaeap.v1i02.1684
Arianto, B., & Gunawan, A. (2024). Studi Fenomenologi Tata Kelola Dana Desa Berbasis Aplikasi Sistem Keuangan Desa. Jurnal Akuntansi, Auditing Dan Investasi (JAADI), 4(2), 48–64. https://doi.org/10.54035/jaadi.v4i2.489
Bovens, M. (2007). Analysing and Assessing Accountability: A Conceptual Framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Cressey, D. R. (1953). Other People’s Money: A Study of the Social Psychology of Embezzlement. Free Press California.
Creswell, J., & Poth, C. (2018). Qualitative Inguiry Research Design: Choosing Among Five Approaches (Fourth). SAGE Publications. Thousand Oaks, California.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (Fifth). SAGE Publications. Thousand Oaks, California.
Dawson, M., & Maricut-Akbik, A. (2021). Procedural vs Substantive Accountability in EMU Governance: Between Payoffs and Trade-offs. Journal of European Public Policy, 28(11), 1707–1726. https://doi.org/10.1080/13501763.2020.1797145
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE Handbook of Qualitative Research. In SAGE Publications (Fifth, Vol. 195, Issue 5). SAGE Publications. Thousand Oaks, California. https://doi.org/10.1007/s11229-017-1319-x
Dharmawati, T., Akib, M., & Yusuf, S. (2021). Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa. Jurnal Studi Islam Lintas Negara, 3(1), 34–42. https://doi.org/10.37567/cbjis.v3i1.722
Gustiansyah, M. R. (2023). Penyalahgunaan Dana Desa Oleh Kepala Desa di Kabupaten Bangkalan. Jurnal Ilmu Hukum Sosial, 1(3), 46–52. https://doi.org/10.51903/hakim.v1i3.1223
Hansson, J., Pettersson-Löfstedt, F., Svensson, H., & Wretstrand, A. (2021). Replacing Regional Bus Services with Rail: Changes in Rural Public Transport Patronage in and Around Villages. Transport Policy, 101, 89–99. https://doi.org/10.1016/j.tranpol.2020.12.002
ICW. (2025). Laporan Hasil Pemantauan Tren Korupsi Tahun 2023. In Indonesia Corruption Watch.
DJPb. (2025). 10 Tahun Dana Desa. Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/balikpapan/id/data-publikasi/artikel/3055-10-tahun-dana-desa.html
Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation (Fourth). John Wiley & Sons. San Francisco, CA.
Purba, R. B., Aulia, F., Tarigan, V. C. E., Pramono, A. J., & Umar, H. (2022). Detection of Corruption in Village Fund Management using Fraud Analysis. Quality - Access to Success, 23(190), 120–128. https://doi.org/10.47750/QAS/23.190.14
Putri, C. M., Argilés-Bosch, J. M., & Ravenda, D. (2023). Thirty Years of Village Corruption Research: Accounting and Smart Villages for Village Sustainability as Future Research Direction. Sustainability (Switzerland), 15(12). https://doi.org/10.3390/su15129264
Raditya, A. (2020). Karakter Orang Madura, Nasionalisme, dan Globalisasi. Jurnal Masyarakat Indonesia, 46(1), 15–33. https://doi.org/10.14203/jmi.v46i1.860
Riskiyadi, M. (2025a). Detecting Financial Statement Fraud Using New Ensemble Learning: Evidence During the COVID-19 Pandemic in Indonesia. Journal of Financial Crime, ahead-of-p(ahead-of-print). https://doi.org/10.1108/JFC-08-2024-0264
Riskiyadi, M. (2025b). Phenomenological Study in Revealing Village Fund Fraud. APPSAI Accounting Review, 5(1), 64–74. https://doi.org/10.26418/apssai.v5i1.122
Riskiyadi, Moh. (2021). Revealing the Socio-Cultural Perspective of Madurese Community on Tax Avoidance in Government Agencies. Jurnal Reviu Akuntansi Dan Keuangan, 11(3), 618–628. https://doi.org/10.22219/jrak.v11i3.15841
Riskiyadi, Moh. (2024). Detecting Future Financial Statement Fraud Using a Machine Learning Model in Indonesia: a Comparative Study. Asian Review of Accounting, 32(3), 394–422. https://doi.org/10.1108/ARA-02-2023-0062
Riskiyadi, Moh., & Permatasari, A. H. (2025). Mengungkap Makna Penyelewengan Dana Desa: Pendekatan Fenomenologi. Inovasi Dan Kreativitas Dalam Ekonomi, 8(1), 119–128.
Riskiyadi, Moh., Tarjo, T., & Anggono, A. (2021). Uncovering Tax Avoidance at Government Agencies: A Phenomenological Research. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 17(1), 22. https://doi.org/10.24843/jiab.2022.v17.i01.p02
Ruan, J., & Wang, P. (2023). Elite Capture and Corruption: The Influence of Elite Collusion on Village Elections and Rural Land Development in China. China Quarterly, 253, 107–122. https://doi.org/10.1017/S0305741022001217
Setiani, S., Setiawan, E., & Huang, W. C. (2022). Taneyan Lanjang Shared Home Gardens and Sustainable Rural Livelihoods of Ethnic Madurese in Madura Island, Indonesia. Sustainability (Switzerland), 14(10), 1–24. https://doi.org/10.3390/su14105960
Setiawan, A. R. (2019). “Malo” dan Penegakan Karakter Kejujuran: Tafsir Budaya(wan) Madura atas “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 14(2), 251–264. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/JIAB.2019.v14.i02.p10
Shaleh, K., Irianto, G., Djamhuri, A., & Adib, N. (2022). Forensic Investigation of Fraud in Village Government Agencies: An Ethnographic Study in Indonesian. Qualitative Report, 27(5), 1206–1220. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2022.5097
Sinclair, A. (1995). The Chameleon of Accountability: Forms and Discourses of Public Accountability. Accounting, Organizations and Society, 20(2–3), 219–237. https://doi.org/10.1016/0361-3682(93)E0003-Y
Takdir, M., & Sumbulah, U. (2024). Understanding and Practice of Religious Tolerance: A Study of the Living Qur’an in Madura, Indonesia. Ulumuna, 28(1), 257–280. https://doi.org/10.20414/ujis.v28i1.759
Tarjo, T., & Riskiyadi, Moh. (2022). Revealing the Fraud at the End of the Fiscal Year at Local Government Agencies in Indonesia. International Journal of Public Sector Performance Management, 9(4), 451–464. https://doi.org/10.1504/IJPSPM.2022.123723
Tarjo, T., Riskiyadi, Moh., & Sanusi, Z. M. (2021). Socio-Cultural Perspectives in Tax Avoidance at Government Agencies. International Business and Accounting Research Journal, 5(2), 134–142. https://doi.org/10.35474/ibarj.v5i2.200
Wahyudi, S., Achmad, T., & Pamungkas, I. D. (2021). Village Apparatus Competence, Individual Morality, Internal Control System and Whistleblowing System on Village Fund Fraud. WSEAS Transactions on Environment and Development, 17(6), 672–684. https://doi.org/10.37394/232015.2021.17.65
Wardan, W. (2025). Makna Akuntabilitas Publik: Studi Kualitatif Pada Pemerintah Daerah. Jurnal Economina, 4(8), 269–276. https://doi.org/10.55681/economina.v4i8.1568
Wulandari, N., Riyadi, S., & Halik, A. (2024). State Civil Apparatus Performance Model: The Role of Transformational Leadership, Work Autonomy, and Work Involvement. Edelweiss Applied Science and Technology, 8(6), 2992–3010. https://doi.org/10.55214/25768484.v8i6.2640