Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Volume 13, Nomor 1, Januari 2022
p-ISSN 2086-3306 ; e-ISSN
How to cite:
Iranovia Sibarani. (2022). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan dan Laba Rugi Terhadap Audit
Delay, 13(1): 29-37
E-ISSN:
Published by:
https://journal.ikopin.ac.id/
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN DAN LABA RUGI
TERHADAP AUDIT DELAY
Iranovia Sibarani
Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Institut Manajemen Koperasi, Indonesia
iranoviasibarani@gmail.com
Abstrak
Latar belakang: Perusahaan bisa dikatakan sudah go public jika telah menerbitkan sahamnya di
Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bertujuan agar menambah dana modal perusahaan untuk
kegiatan operasional.
Tujuan penelitian: Menguji hubungan ukuran perusahaan terhadap audit delay pada perusahaan
yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020, menguji hubungan umur perusahaan terhadap audit delay
pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020, menguji hubungan laba rugi terhadap
audit delay pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020, menguji pengaruh ukuran
perusahaan,umur perusahaan dan laba rugi terhadap audit delay pada perusahaan yang terdaftar
di BEI tahun 2016-2020, mengetahui gambaran audit delay pada perusahaan yang terdaftar di
BEI tahun 2016-2020, jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa annual report.
Metode penelitian: Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling,
sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji
kelayakan model dan uji hipotesis.
Hasil penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan negatif ukuran
perusahaan dan umur perusahaan dengan audit delay, dan adanya pengaruh laba rugi terhadap
audit delay tetapi tidak signifikan.
Kesimpulan: Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki hubungan
positif terhadap audit delay. Hal tersebut berarti semakin besar ukuran perusahaan maka audit
delay semakin sedikit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa umur perusahaan memiliki
hubungan negatif terhadap audit delay. Hal tersebut berarti semakin besar umur perusahaan maka
audit delay semakin sedikit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa laba/rugi tidak memiliki
hubungan yang signifikan terhadap audit delay. Hal tersebut berarti perusahaan yang mengalami
laba maka audit delay semakin rendah tetapi tidak signifikan, juga perusahaan yang mengalami
rugi maka audit delay semakin besar tetapi tidak signifikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
ukuran perusahaan, umur perusahaan dan laba rugi bersama-sama berpengaruh terhadap audit
delay. Hal tersebut berarti jika perusahaan memiliki ukuran perusahaan dan umur perusahaan
yang besar, dan mendapat laba maka audit delay semakin rendah dan juga sebaliknya. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa hanya 15 perusahaan dari 199 sampel perusahaan yang
mengalami audit delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-
2020.
Kata kunci: Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Laba Rugi, Audit Delay
Abstract
Background: A company can be said to have gone public if it has issued its shares on the
Indonesia Stock Exchange (IDX) which aims to increase the company's capital funds for
operational activities.
Research purposes: Testing the relationship of company size to audit delay in companies listed
on the IDX in 2016-2020, testing the relationship between company age and audit delay in
companies listed on the IDX in 2016-2020, testing the relationship between profit and loss on
audit delay in companies listed on the IDX in 2016-2020, examining the effect of company size,
company age and profit and loss on audit delay in companies listed on the IDX in 2016-2020,
knowing the description of audit delay in companies listed on the IDX in 2016-2020, the type of
data used is secondary data. in the form of an annual report.
Research methods: The sampling method used purposive sampling method, while the data
analysis method used descriptive analysis methods, classical assumption tests, model feasibility
tests and hypothesis testing.
Research results: The results of this study indicate that there is a negative relationship between
firm size and firm age with audit delay, and the effect of profit and loss on audit delay but not
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan dan Laba
Rugi Terhadap Audit Delay
Iranovia Sibarani 30
significant.
Conclusion: The test results show that firm size does not have a positive relationship to audit
delay. This means that the larger the size of the company, the less audit delay. The test results
show that the age of the company has a negative relationship to audit delay. This means that the
greater the age of the company, the less audit delay. The test results show that profit/loss has no
significant relationship to audit delay. This means that companies that experience profits have a
lower but not significant audit delay, and companies that experience losses have a larger but not
significant audit delay. The test results show that firm size, firm age and profit and loss together
have an effect on audit delay. This means that if the company has a large company size and age,
and gets a profit, the audit delay will be lower and vice versa. The test results show that only 15
companies out of 199 sample companies experienced audit delay in companies listed on the
Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period.
Keywords: Company Size, Company Age, Profit and Loss, Audit Delay
Diterima: 26-11-2021; Direvisi: 29-11-2021; Disetujui: 14-01-2022
PENDAHULUAN
Semakin bertambahnya jumlah perusahaan di Indonesia yang go public
membuktikan bahwa dunia bisnis di Negara tersebut mengalami perkembangan. Hal ini
dibuktikan pada tahun 2016 sebanyak 537 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia
(BEI), pada tahun 2017 sebanyak 566 perusahaan, pada tahun 2018 sebanyak 619, pada
tahun 2019 sebanyak 668 ,pada tahun 2020 sebanyak 713, dan pada tahun 2021 sebanyak
722 perusahaan Ini berarti terjadi kenaikan sebesar 34,45% dari tahun 2014 sampai tahun
2021 (www.idx.co.id).
Fenomena yang terjadi pada tahun 2020 sebanyak 30 emiten dikenai denda sebesar
Rp 150 juta oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena telat menyampaikan laporan
keuangan pertama tahun 2020. Dalam pengumuman BEI yang dikutip dari keterbukaan
informasi BEI tercatat ada 26 perusahaan yang belum membuat laporan keuangan kuartal
III-2020. Sebanyak 21 perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan
interin yang tidak diaudit dan tidak ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik dan/atau
belum memenuhi kewajiban pembayaran denda hingga tanggal 27 Oktober 2020.
Sementara 1 perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan yang tidak
ditelaah secara terbatas dan yang tidak diaudit oleh akuntan publik dan/atau belum
memenuhi kewajiban pembayaran denda hingga tanggal 27 Oktober 2020.
(idxchannel.okezone.com)
Fenomena yang terjadi pada tahun 2019 dimana masih ada 107 emiten belum
menyampaikan laporan keuangan semester I-2019, BEI mencatat dari 737 perusahaan
baru 578 yang menyampaikan laporan keuangan semsester I-2019 yang artinya baru
78,4% dari total emiten yang melaporakan keuangan semester I-2019 yang tepat waktu.
Indeks sector perdagangan, jasa dan investasi menjadi salah satu indeks sektotal yang
memiliki kinerja kurang prima.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis ingin meneliti lebih lanjut
mengenai hubungan antara variabel independen yaitu ukuran perusahaan, umur
perusahaan, dan laba rugi. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan dari
beberapa penelitian yang telah disebutkan diatas, terdapat ketidakkonsistenan hasil
penelitian terkait dengan audit delay selaku variabel dependen untuk itu peneliti
termotivasi menguji kembali variabel-variabel tersebut dan menganalisis kembali
hubungan ketiga variabel independent diatas terhadap audit delay.
Menguji hubungan ukuran perusahaan terhadap audit delay pada perusahaan yang
terdaftar di BEI tahun 2016-2020, menguji hubungan umur perusahaan terhadap audit
delay pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020, menguji hubungan laba
Vol. 13, No. 1, pp. 29-37, Januari 2022
31 https://journal.ikopin.ac.id/
rugi terhadap audit delay pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020,
menguji pengaruh ukuran perusahaan,umur perusahaan dan laba rugi terhadap audit
delay pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020, mengetahui gambaran
audit delay pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2016-2020, jenis data yang
digunakan adalah data sekunder berupa annual report.
METODE PENELITIAN
Metode sampling yang dipergunakan pada penelitian ini ialah metode pengambilan
sampel secara acak (purposive random sampling). Metode pengambilan sampel secara
acak adalah metode pengumpulan sampling yang disesuaikan sesuai karakter tertentu
yang telah ditetapkan sebelumnya untuk dijadikan sampel lebih representatif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Statistik Deskriptif
Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
Ukuran Perusahaan
995
23.08
34.95
29.1928
1.83201
Umur Perusahaan
995
2
107
38.91
15.430
Laba Rugi
995
0
1
.82
.383
Audit Delay
995
12
199
74.05
21.389
Valid N (listwise)
995
Sumber : Data diolah, 2021.
Dari hasil analisis deskriptif pada tabel diatas, maka kesimpulan yang dapat
diambil adalah sebagai berikut :
1 Nilai minimum ukuran perusahaan adalah sebesar 23,08 yang diperoleh PT Jaya
Real Property Tbk sedangkan nilai maksimum ukuran perusahaan sebesar 34,95
yang diperoleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Nilai rata-rata ukuran
perusahaan adalah sebesar 29,1928 dengan nilai standar deviasi sebesar 1,83201.
2 Nilai minimum umur perusahaan adalah sebesar 2 tahun yang diperoleh PT
Waskita Beton Precast Tbk sedangkan nilai maksimum umur perusahaan sebesar
107 tahun yang diperoleh PT Bank Qnb Indonesia Tbk. Nilai rata-rata umur
perusahaan adalah sebesar 38,91 dengan nilai standar deviasi sebesar 15,430.
3 Nilai minimum laba rugi adalah sebesar 0,00 sedangkan nilai maksimum laba
rugi adalah sebesar 1,00. Nilai rata-rata variabel laba rugi pada perusahaan di
Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020 adalah sebesar 0,82 dengan nilai standar
deviasi sebesar 0,383.
4 Nilai minimum audit delay adalah sebesar 12 hari yang diperoleh PT Argha
Karya Prima Ind. Tbk tahun 2016 yang merupakan perusahaan dengan audit
delay yang paling rendah diantara perusahaan sampel sedangkan nilai
maksimum audit delay adalah sebesar 199 hari yang diperoleh PT Sunson Textile
Manufacture Tbk tahun 2017 yang merupakan perusahaan dengan audit delay
yang paling tinggi diantara perusahaan sampel. Nilai rata-rata audit delay tahun
2016-2020 adalah sebesar 74,05 atau 74 hari. Nilai standar deviasi sebesar
21,389.
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan dan Laba
Rugi Terhadap Audit Delay
Iranovia Sibarani 32
2 Uji Asumsi Klasik
2.1 Uji Normalitas
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
995
Normal Parameters
a
Mean
.0000000
Std. Deviation
19.59188448
Most Extreme Differences
Absolute
.042
Positive
.042
Negative
-.025
Kolmogorov-Smirnov Z
1.324
Asymp. Sig. (2-tailed)
.060
Sumber : Data diolah, 2021
Berdasarkan hasil uji Kolmogrov Smirnov diatas, menunjukkan bahwa taraf
signifikan adalah sebesar 0,060 yang berada diatas 0,05. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini terdistribusi secara normal .
2.2 Uji Heteroskedastisitas
Tabel 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas.
Coefficients
a
Model
T
Sig.
1
(Constant)
1.256
0.209
Ukuran Perusahaan
-0.771
0.441
Umur Perusahaan
0.104
0.918
Laba Rugi
-1.78
0.075
Sumber : Data diolah, 2021
Hasil uji heteroskedastisitas menggunakan uji glejer pada tabel diatas
menunjukkan bahwa ketiga variabel memiliki Sig > 0,05. Dapat sisimpulkan bahwa pada
penelitian ini tidak ada terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi.
2.3 Uji Multikolinearitas
Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficients
a
Model
Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
1
(Constant)
Ukuran Perusahaan
0.865
1.156
Umur Perusahaan
0.907
1.103
Laba Rugi
0.946
1.057
Sumber : Data diolah, 2021.
Vol. 13, No. 1, pp. 29-37, Januari 2022
33 https://journal.ikopin.ac.id/
Hasil pada tabel diatas menunjukkan seluruh variabel independen memiliki nilai
Tolerance ≥ 0,10 dan nilai VIF ≤ 10. Sehingga kesimpulannya adalah semua variabel
bebas dalam penelitian ini tidak multikolineritas.
2.4 Uji Autokorelasi
Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi
Model Summary
b
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
Durbin-Watson
1
.401
a
.161
.458
19.622
1.990
Sumber : Data diolah, 2021.
Berdasarkan hasil uji Durbin-Watson pada tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil
uji autokorelasi nilai 1,989 dengan jumlah analisis (n) sebanyak 199 dan jumlah variabel
bebas (k) adalah 3 sehingga nilai dU adalah 1,7986. Hal ini menunjukkan bahwa data
tersebut bebas dari autokorelasi dikarenakan nilai dU sebesar 1,7986 lebih kecil dari DW
sebesar 1,989 dan nilai DW lebih kecil dari 4-dU (4-1,7986) sebesar 2,2014 atau dapat
dibuat persamaan seperti 1,7986 < 1,989 < 2,2014.
3 Uji Kelayakan Model ( Analisis Regresi Berganda)
Tabel 6. Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Coefficients
a
Model
Unstandardized Coefficients
B
Std. Error
1
(Constant)
197.369
10.098
Ukuran Perusahaan
-3.935
0.365
Umur Perusahaan
-0.088
0.042
Laba Rugi
-6.114
1.669
Sumber : Data diolah, 2021
Dari hasil pengujian regresi linear berganda diatas, dapat diperoleh persamaan
regresi linear berganda sebagai berikut :
Y= 197,369 3,935 X1- 0,088 X2 - 6,114 X3
Dari hasil model persamaan regresi diatas, maka kesimpulan yang dapat diambil
adalah sebagai berikut :
1 Nilai konstanta sebesar 197,369 menunjukkan bahwa apabila variabel
independent bernilai 0, maka besarnya nilai audit delay akan sebesar 197,369.
2 Nilai koefisien regresi variabel ukuran perusahaan adalah sebesar -3,935. Hal ini
dapat diartikan bahwa apabila ukuran perusahaan meningkat sebesar satu satuan,
maka lamanya audit delay akan bertambah sebesar -3,935 dengan asumsi semua
variabel lain tetap.
3 Nilai koefisien regresi variabel umur perusahaan adalah sebesar -0,088. Hal ini
dapat diartikan bahwa apabila umur perusahaan meningkat sebesar satu satuan,
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan dan Laba
Rugi Terhadap Audit Delay
Iranovia Sibarani 34
maka lamanya audit delay akan bertambah sebesar -0,088 dengan asumsi semua
variabel lain tetap.
4 Nilai koefisien regresi variabel laba rugi adalah sebesar -6,114. Hal ini dapat
diartikan bahwa apabila laba rugi perusahaan meningkat sebesar satu satuan,
maka lamanya audit delay akan bertambah sebesar -6,114 dengan asumsi semua
variabel lain tetap.
4 Uji Hipotesis
4.1 Uji Koefisien Determinasi (R
2
)
Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R
2
).
Model Summary
b
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate
Durbin-Watson
1
.401
a
.161
.458
19.622
1.990
Sumber : Data diolah, 2021
Berdasarkan tabel model semuanya diatas diperoleh bahwa nilai koefisien
korelasi berganda R sebesar 0,401. Ini menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan,
umur perusahaan dan laba rugi terhadap audit delay mempunyai hubungan sedang. Pada
tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan
(ajudsted R square) adalah 0,458. Berdasarkan teori Ghozali (2012), hal ini berarti 45,8%
variasi dari audit delay mampu dijelaskan oleh ukuran perusahaan, umur perusahaan dan
laba rugi. Sedangkan sisanya (100% - 45,8% = 54,2% ), dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.
4.2 Uji Statistik F
Tabel 8. Hasil Uji Statistik F.
ANOVA
b
Model
Sum of Squares
Df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
73224.799
3
24408.266
2.697
.048
a
Residual
381538.886
991
385.004
Total
454763.684
994
Sumber: Data diolah
Uji Statistik F menunjukkan F
hitung
2,697 > F
tabel
sebesar 2,65 dengan angka
signifikan sebesar 0,048 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian simultan
menunjukan ukuran perusahaan, umur perusahaan dan laba rugi dalam model persamaan
tersebut secara bersama-sama memiliki hubungan terhadap audit delay pada perusahaan
yang terdaftar di BEI periode 2016-2020.
Vol. 13, No. 1, pp. 29-37, Januari 2022
35 https://journal.ikopin.ac.id/
4.3 Uji Statistik t
Tabel 9. Hasil Uji Statistik t.
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
197.369
10.098
19.545
0.004
Ukuran
Perusahaan
-3.935
0.365
-0.337
-10.776
0.222
Umur
Perusahaan
-0.088
0.042
-0.064
-2.079
0.008
Laba Rugi
-6.114
1.669
-0.11
-3.664
0.091
Sumber : Data diolah
Pengujian ini dilakukan untuk melihat hubungan dari masing-masing variabel
independen secara parsial terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikansi () =
0,05 atau kepercayaan 95%. Nilai t
tabel
dari penelitian ini adalah 1,971. Berdasarkan hasil
output diatas, pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
a) Pengujian hipotesis variabel ukuran perusahaan.
Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan
memiliki hubungan positif terhadap audit delay. Dari tabel 4.9 diketahui bahwa
koefisien β X1 bernilai negatif sebesar -3,935 nilai t
hitung
sebesar -10,776 > nilai
t
tabel
sebesar 1,971 dan nilai probabilitas signifikan 0,222 > 0,05. Hal ini berarti
bahwa ukuran perusahaan memiliki hubungan negatif terhadap audit delay,
sehingga dapat disimpulkan hipotesis 1 ditolak.
b) Pengujian hipotesis variabel umur perusahaan
Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah umur perusahaan memiliki
hubungan negatif terhadap audit delay. Dari tabel 4.9 diketahui bahwa koefisien
β X2 bernilai negatif sebesar -0,088, nilai t
hitung
sebesar -2,079 > nilai t
tabel
sebesar
1,971 dan nilai probabilitas 0,008 < 0,05. Hal ini berarti bahwa umur perusahaan
memiliki hubungan negatif terhadap audit delay, sehingga dapat disimpulkan
hipotesis 2 diterima.
c) Pengujian hipotesis variabel laba rugi
Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah laba rugi memiliki hubungan
signifikan terhadap audit delay. Dari tabel 4.9 diketahui bahwa koefisien β X3
bernilai negatif sebesar -6,114 nilai t
hitung
sebesar -3,664 > nilai t
tabel
sebesar 1,971
dan nilai probabilitas 0,091 > 0,05. Hal ini berarti bahwa laba rugi tidak memiliki
hubungan signifikan terhadap audit delay, sehingga dapat disimpulkan hipotesis
3 ditolak.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan
dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak
memiliki hubungan positif terhadap audit delay. Hal tersebut berarti semakin besar
ukuran perusahaan maka audit delay semakin sedikit. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa umur perusahaan memiliki hubungan negatif terhadap audit delay. Hal tersebut
berarti semakin besar umur perusahaan maka audit delay semakin sedikit. Hasil pengujian
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan dan Laba
Rugi Terhadap Audit Delay
Iranovia Sibarani 36
menunjukkan bahwa laba/rugi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap audit
delay. Hal tersebut berarti perusahaan yang mengalami laba maka audit delay semakin
rendah tetapi tidak signifikan, juga perusahaan yang mengalami rugi maka audit delay
semakin besar tetapi tidak signifikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran
perusahaan, umur perusahaan dan laba rugi bersama-sama berpengaruh terhadap audit
delay. Hal tersebut berarti jika perusahaan memiliki ukuran perusahaan dan umur
perusahaan yang besar, dan mendapat laba maka audit delay semakin rendah dan juga
sebaliknya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hanya 15 perusahaan dari 199 sampel
perusahaan yang mengalami audit delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2016-2020.
BIBLIOGRAFI
Airin, M. W. (2020). Pengaruh Idependensi, Kompetensi, Pengalaman Kerja, Dan Ukuran
KAP Terhadap Audit Delay Yang Dimediasi Oleh Kualitas Audit. JRAMB, Prodi
Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UMB Yogyakarta Volume 6 No.1, 23-25.
Alther Gabriel Liwe, H. M. (2018). Analisi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit
Delay. Jurnal Riset Akuntnansi Going Concern 13(2), 99-107.
Amani, F. A. (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan,Profitabilitas, Opini Audit, Dan Umur
Perusahaan Terhadap Audit Delay. Jurnal Nominal, Volume V Nomor 1, 135-
147.
Dina Puspita Sari, E. M. (2019). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay.
Jurnal Eksplorasi Akuntansi, Vol. 1, No 2, Seri B, Mei 2019, Hal 646-665.
I Putu Yoga Darmawan, N. L. (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kompleksitas
Operasi Perusahaan Dan Komite Audit Pada Audit Delay. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana Vol.12.1, 254-277.
Laksito, A. I. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay.
Diponegoro Journal Of Accounting Volume 4, Nomor 3, 1-10.
Ni Made Shinta Widhiasari, I. K. (2016). Pengaruh Umur Perusahaan, Ukuran
Perusahaan, Reputasi Auditor, Dan Pergantian Auditor Terhadap Audit Report
Lag. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol.15.1, 200-223.
Novi Sonia, L. S. (2019). Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba/Rugi Perusahaan,
Ukuran KAP, Solvabilitas, Dan Opini Audit Terhadap Audit Delay. Jurnal Riset
Mahasiswa Akuntansi Volume 7, No 2, 1-5.
Permatasari, I. (2018). Pengaruh Independensi Dan Kompetensi Auditor Terhadap
Kualitas Audit Internal. Jrurnal Akuntansi, Audit Dan Sistem Informasi
Akuntansi (Jasa) Vol.2, No.3, 15-23.
Rizki Sakti Kornelius Butarbutar, P. B. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh
Terhadap Audit Report Lag. Diponegoro Journal Of Accounting Volume 6,
Nomor 3, 1-10.
Rosyada, A. D. (2019). Pengaruh Kompetensi Dan Independensi Auditor Terhadap
Kualitas Audit Kantor Akuntan Publik Di Makassar. Jurna Akuntansi Netral,
Akuntabe, Objektif Volume 2/Nomor 1, 218.
Saragih, M. R. (2018). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Solvabilitas Dan Komite Audit
Terhadap Audit Delay. Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia Vol.1, No 3,
353-356.
Sisilia Novi Ratnasari, Y. (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP Dan
Auditor Internal Terhadap Audit Delay. Junal Akuntansi Vol.5 No 2.
Vol. 13, No. 1, pp. 29-37, Januari 2022
37 https://journal.ikopin.ac.id/
Suryono, T. R. (2016). Pengaruh Independensi Auditor, Etika Auditor, Dan Pengalaman
Auditor Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi Volume 5,
Nomor 4, 2-4.
Syamsul Bahri, K. H. (2018). Pengaruh Ukuran Perusahaan,Umur Perusahaan,
Profitabilitas, Solvabilitas Dan Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Audit
Delay. Conference on Innovation and Application of Science and Technology,
178-180.
Syofyan, Y. Y. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay : Studi
Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2011-2015 .
Jurnal WRA, Vol 5, No 2, , 1093-1098.
Tjhoa, C. d. (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Laba Rugi Operasi, Solvabilitas,
Umur Perusahaan, Klasifikasi Industri , Dan Ukuran KAP Terhadap Audit Delay.
Ultima Accounting Vol.8 No.2, 66-69.
Wirakusuma, S. A. (2013). Pengaruh Profitabiltas, Leverage, Kompleksitas, Operasi
,Reputasi KAP dan Komite Audit Pada Audit Delay. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana 5.2, 252-256.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International License